PROFIL DESA WARUNGBAMBU

28 Juli 2022
Administrator
Dibaca 6 Kali

SEJARAH 

Desa Warungbambu sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda dan sampai Indonesia Merdeka, bahwa bambu adalah salah satu jenis pohon yang banyak digunakan masyarakat untuk bahan membuat rumah dan alat-alat rumah tangga lainnya, disitulah cikal bakal nama Warungbambu mulai digunakan unutk nama Desa Warungbambu.

Menurut penuturan para orang tua dulu, jaman dulu kala bahwa alat transportasi yang banyak digunakan selain transportasi darat adalah dengan sarana sungai untuk mengirim bahan pangan dan kebutuhan lainnya, begitu juga dengan Desa Warungbambu dikarenakan di desa ini merupakan daerah yang dilalui sungai citarum.

Bahwa di daerah cikao Purwakarta adalah tempatnya kebun bambu, setelah ditebang tentu akan dijual dan dikirim ke Karawang menggunakan jalur darat dan sungai, awal sejarah Warungbambu digunakan sebagai nama Desa Warungbambu adalah :

1. Bambu-bambu dari daerah Cikao Purwakarta yang telah siap dijual dan atau dikirim ke Karawang menggunakan Getek (bambu yang telah diikat menyerupai perahu) untuk mempermudah pengiriman sampai ke tujuan dan kebetulan di Desa Warungbambu ini ada tempat Pangkalan Getek yang ada di sungai citarum yang pada waktu itu disebut kampung Larangan yang sekarang bernama Dusun Sukamulya – Dusun Sukamaju di mana setiap pengiriman bambu dari Purwakarta pasti berhenti dulu di Pangkalan Getek tersebut sebelum dikirim ke Karawang.

2. Menurut penuturan Bapak Rahmat selaku Kepala Statsiun Kereta Api Karawang yang pada waktu itu disampaikan kepada Kepala Desa Warungbambu Bapak Warna Abdul Rosid Periode (1979-1988) mengatakan bahwa dulu di daerah ini sebelum dinamai Desa Warungbambu, yaitu ada pedagang Jarabia (jarabia adalah makanan yang terbuat dari ketan yang sudah dilumuri gula merah cair yang dipanaskan dan berbentuk bulat menyerupai kue alia tau cincin) di mana setiap melayani pembeli untuk menyediakan minumannya atau sebagai tempat air minumnya menggunakan bambu yang dipotong menyerupai gelas. Berawal dari 2 (dua) peristiwa tersebut, maka nama Warungbambu digunakan sebagai nama Desa Warungbambu sampai sekarang yang artinya Pangkalan Getek dan Pangkalan Bambu.

3. Gedung Balai Desa yang lama dibuat pada tahun 1953 yang berdekatan dengan sungai irigasi atau tanahnya sekarang dipakai untuk Gedung SDN Warungbambu I. Pada tahun 1972 Gedung Balai Desa Warungbambu yang baru didirikan pada waktu itu Kepala Desa yang dipimpin oleh Bapak Abdullah Fadlil Periode (1969-1978) sampai sekarang bangunan tersebut masih berdiri yang berdekatan dengan Lapang Bola Desa Warungbambu.

4. Pada Tahun 1985 terjadi pemekaran desa, yaitu Desa Kondangjaya sebagai pemekaran dari Desa Warungbambu yang pada waktu itu masih wilayah Kecamatan Klari, selang beberapa tahun ke 2 (dua) desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Karawang Timur tepatnya pada tahun 2005 sampai sekarang.

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image